Not With Me (Part 16) – END


berthafitrias

Title : Not With Me (Part 16)

Author : Shin

Main Cast : Im Yoona, Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun, Choi Siwon

Supporting Cast : Find by yourself

Genre : Romance, friendship, family, AU, angst, marriage life

Rating : PG-17

Poster : leesinhyo@exoshidaeffandgraphic (thanks buat cover kerennya 😀 )

Note : Terinspirasi dari “Yokohama Monogatari” tapi ada sedikit pengembangan (ini versi saya loh)

Perlu diingat kalau ff ini milik author sepenuhnya, sedangkan Yoona, dan semua yang author masukkan dalam ff ini merupakan milik Tuhan, keluarga dan teman mereka. Jadi untuk yang gak suka ama pairingnya, don’t bash ok?? terus kalo ada typo nya… hemm author harap readers bisa maklum dan maafin author #pake wajah melas 😀

PREVIOUS >> Part 15

DON’T BE PLAGIATOR OK, Hargailah orang lain jika anda ingin dihargai..!

^_^ Happy reading ~ I Hope you like it..^_^

* * *

“Mwo? Siwon dan Yoona bertengkar lagi?”

Sooyoung mengangguk menanggapi pertanyaan Seulong.

“Dan Siwon akan ke Jepang? Apa mereka akan bercerai?”

Sooyoung diam, namun tak lama yeoja itu tampak nyengir tidak jelas.

“Hey ada apa denganmu? Hubungan mereka sedang kacau kau malah tersenyum. Lagipula kenapa kau disini? Kau harusnya menemani Yoona” ujar Kyuhyun heran akan sikap Sooyoung yang tampak tenang-tenang saja.

“Nanti oppa juga tahu. Yoona juga butuh waktu sendiri, bukan?” jawab Sooyoung asal.

* * *

Tangan yeoja itu tampak bergetar. Dia ragu untuk menghubungi sang namja disebrang.

Apa dia pantas melakukannya?

Apa dia terkesan tidak tahu malu jika menelpon namja itu setelah semua yang dia lakukan padanya?

Tapi, sungguh Yoona tak sanggup untuk menahan dirinya.

Dia butuh Siwon, dia butuh suaminya. Demi apapun, dia butuh semua yang selama ini namja itu berikan padanya. Pelukan, ciuman, rayuan dan sebagainya.

Baiklah, Yoona takkan ragu lagi. Masa bodoh dengan harga diri. Yang pasti dia harus menuntaskan kegalauan hatinya dan meminta maaf pada sang suami.

Perlahan tapi pasti, Yoona mulai meraih ponselnya. Menunggu dengan hati gelisah.

* * *

“Tuan, anda yakin akan pergi sekarang?” tanya Jongwoon dengan wajah ragu.

Siwon menghela nafas berat. Tentu saja tidak! Jongwoon pura-pura tidak paham atau memang bodoh? Memang enak meninggalkan yeoja yang kita cintai? Tapi terserahlah, Siwon lebih memilih diam. Namja itu merasa membuang energinya dengan percuma jika harus meladeni Jongwoon.

“Berapa lama lagi pesawatnya berangkat?” tanya Siwon mengalihkan perhatian.

“Eumm.. sekarang tinggal tujuh menit lagi” jawab Jongwoon cuek namun berbanding terbalik dengan Siwon yang gugup. Duh, kenapa hatinya ini? Terasa ada yang mengganjal terus dari tadi…

“Apa sekarang saja kita masuk? Sudah ada pemberitahuan tadi” tanya Jongwoon. “Atau kita batalkan saja? Saya rasa tuan Wu akan mengerti, bukankah meetingnya seharusnya satu minggu lagi?”

Siwon diam. Dia benar-benar tak ingin pergi. Tapi mau bagaimana lagi, istrinya sendiri tak menginginkan kehadirannya di sisinya. Dia bahkan takut dan memandang rendah dirinya. Sungguh ironis.

“Aniya, kita berangkat sekarang… kajja” ujar Siwon menetapkan hatinya setelah cukup lama terdiam.  Membuat Jongwoon menghela nafas. Tuannya ini… kasihan sekali.

Tiba-tiba saja Siwon berhenti. Membuat Jongwoon ikut berhenti. Namja itu menatap heran Siwon yang telah merogoh ponselnya dari dalam saku dan tampak terkejut sendiri.

“Tuan, ada…”

Siwon langsung menaikkan satu tangannya. Mengisyaratkan agar Jongwoon diam.

“Halo?” jawab Siwon lembut. Membuat Jongwoon mengernyit. Biasanya hanya pada Yoona saja Siwon bisa selembut itu. Tapi ini? Sepertinya tidak mungkin istri atasannya itu yang menelpon mengingat pertengkaran mereka kemarin.

“……………”

“Eodiya?”

“……………”

“Arraseo, tunggu sebentar eoh? Nado saranghae….”

Jongwoon langsung tersentak. Tidak mungkin kan Siwon selingkuh?

“Jongwoon kita tak jadi ke Jepang” ujar Siwon tepat setelah sambungan terputus.

“Maksudnya?”

“Apa kau bodoh? Kita batal ke sana! Sekarang siapkan mobil! Kita kembali ke rumah sakit”

* * *

Namja itu tampak terburu-buru. Entah sudah berapa banyak orang yang ditabraknya dan sudah berapa kali sumpah serapah yang diterimanya, dia jelas tak peduli.

Pikirannya sudah melanglang buana, jauh ke tempat lain dimana seharusnya dia ada.

Semakin dipercepatnya langkah kakinya begitu teringat wajah sang pujaan hati. Raut khawatirnya sangat kontras dengan bunga-bunga yang tumbuh di hatinya. Sungguh, dia pun bingung kenapa begitu!

“Hiks… hiks… Oppa dimana sekarang? Aku butuh oppa… hiks.. hiks.. datanglah kesini, aku tak mau oppa jauh dariku…. Saranghae oppa… Jangan tinggalkan aku sendiri disini”

Tangisan sang pujaan hati via suara sungguh membuatnya tak tega untuk meninggalkannya. Bahkan meski dia harus menghadapi proyek paling fantastis pun dia sungguh tak peduli. Ada yang jauh lebih penting dari segalanya, istrinya.

BRAK!

“Sayang…” cepat, dia masuk dan menatap cemas sang istri yang masih terduduk dengan mata sembab di ranjang rumah sakit.

Sooyoung dan Yoona menoleh, mendapati Siwon yang tampak terengah dengan keringat bercucuran. Menyusul dibelakangnya Jongwoon yang terlihat lelah.

“Oppa…” Yoona langsung menyahut dengan nada yang cukup tinggi. Membuat Siwon segera menghampirinya dan memeluknya erat. Mencoba menenangkan yeoja itu.

“Jangan menangis lagi eoh? Ada apa sebenarnya?” tanya Siwon lembut sembari mengusap airmata di pipi Yoona.

“Hiks.. hiks… oppa jahat sekali!” ujarnya sembari memukuli dada bidang Siwon kuat meski tetap saja hal itu tak ada efek untuk Siwon. “Apa oppa tega meninggalkanku dan aegi begitu saja? Oppa jahat!” rengek Yoona dengan nada marah diselingi isakannya.

Siwon jelas bingung sendiri, namja itu menatap Jongwoon dan Sooyoung bergantian.

“Sungguh oppa tak mengerti. Ayo coba jelaskan dulu pada oppa. Jangan menangis lagi, sayang. Bukankah oppa ada disini hem?”

“Tapi oppa akan pergi ke Jepang, kan?”

“Memang, tapi oppa telah membatalkannya. Kau menelpon oppa dan menangis mana mungkin oppa tega meninggalkanmu sayang…”

“Bukankah oppa akan menceraikanku dan tinggal di Jepang? Oppa, apa kau sudah tak sayang lagi padaku? Apa oppa sudah punya yeoja lain hah? Oppa jahat!”

“Mana mungkin oppa punya yeoja lain sementara oppa sudah beristri” jawab Siwon dengan wajah bingung. “Tapi, siapa yang bilang kalau oppa akan menceraikanmu?”

“Sooyoung! Katanya Jongwoon yang bilang begitu!” jawab Yoona cepat.

“Jongwoon?” Siwon langsung menatap tajam Jongwoon, membuat namja itu menelan salivanya lalu menggeleng cepat.

“Tidak, saya tak pernah bilang begitu!” bantahnya. Namja itu tampak mendelik pada Sooyoung. “Ya, kenapa kau bilang begitu? Itu fitnah namanya”

Kini gantian Sooyoung yang dipelototi oleh Siwon karena telah membuat Yoona menangis. Tapi berbeda dengan Jongwoon, yeoja itu malah santai. Seolah tak ada beban sama sekali.

“Jangan salahkan aku. Kau tak berhak marah. Bagaimanapun juga aku membantu kalian baikan. Kau harusnya berterimakasih padaku” Sooyoung mulai membela dirinya sendiri.

Tapi Siwon masih menatapnya tajam sembari menenangkan Yoona. Membuat Sooyoung agak diliputi kecemasan juga.

“Gomawo, Choi Sooyoung…” namun ucapan Siwon telah memupuskan semua prasangka buruknya pada namja itu. Jongwoon pun ikut terperangah. Tak menyangka Siwon akan mengucapkannya dengan nada dan ekspresi setulus itu.

“Tapi lainkali pakailah cara yang lebih halus sedikit eoh? Kasihan Yoona…” ucap Siwon sembari tersenyum dan memeluk Yoona erat. Yeoja itu sejak tadi tak mau melepaskan pelukannya pada Siwon. Sedikit tak nyaman, tapi Siwon sungguh menyukainya!

“Sama-sama” jawab Sooyoung sumringah.

Siwon langsung mengalihkan tatapannya pada Yoona. Yeoja itu tampak menatapnya polos dengan mata berbinar membuat Siwon mau tak mau tersenyum melihatnya.

“Nah, sudah dengar kan? Oppa takkan menceraikanmu, sayang. Jujur saja oppa memang berpikir untuk menjauh dulu darimu agar kau tenang dan tak stres. Meski sebenarnya itu sungguh menyiksa oppa. Jadi jangan menangis lagi hem?”

“Benarkah?” tanya Yoona dengan suara serak dan wajah polos.

“Tentu saja. Oppa sudah pernah bilang kan kalau oppa tipe orang yang tidak mau rugi? Setelah semua perjuangan oppa untuk mendapatkanmu, masa oppa harus menyerah? Tidak sayang…. Oppa menikahimu bukan karena oppa berpikir oppa bisa hidup denganmu. Tapi oppa menikahimu karena oppa berpikir oppa takkan bisa hidup tanpamu, Choi Yoona… Apalagi sekarang kau sedang mengandung anak kita” ujar Siwon. Membuat Yoona terharu dan semakin mengeratkan pelukannya.

“Romantis” komentar Sooyoung.

“Manis, tapi tragis dan ironis untuk orang jomblo sepertiku” dan Jongwoon ikut nimbrung.

“Ya, kalian berdua keluar!!!”

Alhasil, keduanya dapat pelototan bengis dari Siwon dan pengusiran dari namja itu.

* * *

“Pokoknya oppa tidak boleh pergi kemana-mana!”

“Iya sayang…”

“Oppa akan disini terus kan?”

“Iya…”

“Pokoknya oppa milikku! Tidak boleh ada yang memeluk dan mencium oppa selain aku!”

Siwon tertawa mendengarnya. Menyadari kalau istrinya mulai posesif padanya. Mungkin bawaan hamil juga. Sebelumnya Yoona memang manja saat dulu dia suka mengidam yang aneh. Jadi Siwon mengerti hal itu. Meski kadang melelahkan, tapi tetap saja dia senang.

“Sayang, bagaimana oppa bisa pergi jika kau bahkan selalu memeluk oppa dan menangis jika oppa tinggal?”

Yoona mengerucutkan bibir mungilnya. Membuat Siwon gemas melihatnya.

“Jadi oppa menyesal ada disini bersamaku?” tanya Yoona dengan wajah tertunduk.

Siwon mulai didera panik mendengarnya. Dia tak mau Yoona salah paham lagi!

“Bukan begitu, oppa…”

“Aku hanya bercanda” tapi Yoona dengan cepat tersenyum manis dan semakin memeluk Siwon erat. Membuat Siwon bingung meski akhirnya paham kalau tadi hanya gurauan semata.

“Aku takkan salah paham lagi. Benar-benar akan berpikir positif pada oppa. Mulai sekarang oppa bebas jadi diri sendiri. Aku takkan memaksakan kehendakku lagi. Aku bahkan berterimakasih karena oppa memberiku cinta yang tulus dan aku mau minta maaf karena baru menyadarinya”

Siwon tersenyum mendengarnya, mengangguk paham kemudian mengecup puncak kepala Yoona pelan.

“Oppa juga minta maaf ya kalau sikap oppa membuat kau salah paham. Sebenarnya malam itu…”

“Iya aku tahu. Jongwoon sudah cerita semuanya tadi saat oppa mandi. Dia bilang maksud “menghabisi” menurut oppa itu adalah menamatkan karirnya kan? Lalu tentang kejadian pemukulan itu, aku juga mengerti. Namja itu pernah berusaha meracuniku jadi wajar jika sekarang oppa over protectif padaku”

Siwon nampak bernafas lega. Akhirnya Yoona mengerti semuanya tanpa perlu dijelaskan olehnya.

“Terimakasih ya sayang, sudah mau mengerti oppa…”

“Ne, terimakasih juga ya oppa sudah mau menerimaku apa adanya” ucap Yoona sambil tersenyum. Kemudian dia langsung meraih tangan Siwon dan mengigitnya. Tapi cukup lama menunggu reaksi Siwon, Yoona malah bingung sendiri ketika Siwon terlihat tenang. Tak kesakitan sama sekali.

“Kenapa oppa tidak kesakitan?” gumamnya padahal dia rindu untuk mengerjai suaminya itu.

Siwon tersenyum mendengarnya, kemudian mengusap rambut Yoona pelan.

“Semua rasa sakit oppa hilang saat kau kembali bersikap seperti dulu. Tergantikan dengan rasa bahagia karenamu”

“Gombal” cibir Yoona.

“Tidak, itu benar”

“Jinja?”

“Ne”

Yoona diam, meski dalam hati dia sungguh senang. Seolah melayang diatas awan dengan angin sejuk yang menerpa jiwanya.

“Tapi, apa benar kalau aku cinta pertama oppa? Bagaimana oppa bisa tahu? Atau oppa hanya mengarang saja ya biar dimaafkan?” terka Yoona dengan tatapan menyelidik.

“Tidak” Siwon menggeleng cepat. “Untuk apa berbohong jika kenyataannya memang begitu. Kau memang cinta pertama oppa” jawab Siwon lembut. “Eum… tak sengaja oppa melihat foto masa kecilmu di ruangan melukis ja hyung. Di foto itu, kau memakai baju yang sama persis saat kau hampir tenggelam. Kemarin oppa membantunya mengambil lukisan yang belum dia selesaikan. Kau saja ingat bukan hal itu?”

“Eh, tidak…” jawab Yoona gugup.

“Jangan bohong. Kalau masih menyangkal oppa jadi pergi ke Jepang”

“Mwo? Isssh… jahat!” Yoona langsung merajuk mendengarnya. Nada suaranya manja meski merengek. Yeoja itu segera memeluk Siwon erat. Tak membiarkannya untuk pergi.

Siwon terkekeh mendengarnya. Namja itu segera mengecup dahi Yoona berkali-kali.

“Bercanda. Oppa takkan mungkin bisa jauh darimu”

“Tentu saja, oppa kan milikku” ujar Yoona dengan nada posesifnya. Kemudian yeoja itu tersenyum dengan imutnya. “Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki oppa adalah milikku. Semuanya milikku!”

Siwon terkekeh mendengarnya meski mengangguk seolah paham.

“Arraseo nyonya Choi, oppa memang milikmu. Jadi jangan cemburu, marah atau menangis lagi ya? Oppa hanya mencintaimu”

“Oppa juga. Tak boleh menyembunyikan apapun dariku agar aku tak salah paham lagi”

“Ne”

“Oppa biar aku saja yang memeluk oppa, kalau oppa yang peluk biasanya terlalu erat!” ujar Yoona protes saat Siwon mengeratkan pelukannya.

“Baik baik.. as your wish my queen…” bisik Siwon sembari tersenyum bahagia dan menampilkan sepasang lesung pipinya.

* * *

“Mereka romantis sekali” komentar Seulong saat melihat Siwon dan Yoona yang sedang berpelukan di dalam kamar rawat Yoona melalui kaca bening pintu ruang rawat tersebut.

“Nde, aku iri…” timpal Sooyoung.

“Aigoo… tak perlu iri sayang, kan ada oppa sekarang…”

“Ehem” semua langsung menoleh pada sang objek yang berdehem. Sementara Jongwoon terlihat menatap Kyuhyun dan Sooyoung dengan wajah datar.

“Hey kalian berdua….” ujarnya sembari menunjuk Sooyoung dan Kyuhyun yang langsung kebingungan.

“Dengar, kemarin aku masih bisa bersabar. Tapi sekarang… hmm…tolong ya, jangan suka bermesraan di depanku dan tuan Im. Kami tahu kalian sedang di mabuk cinta sama seperti tuan dan nyonya Choi. Tapi tidak perlu juga kalian menebarnya didepan kami yang para jomblo ini”

Ucapan Jongwoon itu sontak membuat Sooyoung, Kyuhyun bahkan Seulong ternganga. Tak menyangka Jongwoon akan langsung mendamprat mereka.

“Apa kau pikir aku ini jomblo hah?!” ujar Seulong sedikit tersinggung.

“Memang anda punya pacar, tuan?” tanya Jongwoon dengan nada remeh.

“Tidak sih…” Seulong mendesis malu setelahnya.

“Maaf Jongwoon, kami tidak tahu kau…”

“Sudahlah. Tak perlu merasa bersalah atau minta maaf. Kurangi saja bermesraan kalian di depanku. Tapi sepertinya itu juga tak mungkin. Kalian mana tahu perasaanku…” potong Jongwoon sembari mencibir Sooyoung.

“Ckck, kau ini sensitif sekali. Mau kukenalkan pada seorang yeoja?”

“Tidak” jawab Jongwoon tegas. Namun setelahnya dia langsung tersadar akan tawaran Seulong. “Memang siapa namja yeoja itu?” dan pertanyaannya itu sukses mengundang tawa pada Sooyoung, Kyuhyun dan Seulong.

* * *

Paginya Yoona bangun lebih dulu dari Siwon. Namja itu tampak terlelap dengan wajah lelah. Membuat Yoona tak tega untuk membangunkannya.

Yeoja itu berinisiatif untuk mandi, tapi sebuah tangan kokoh meraih pergelangan tangannya hingga sukses membuatnya menjerit.

“Oppa!” teriaknya kesal begitu tahu Siwonlah pelakunya.

Siwon terkekeh, menarik Yoona hingga jatuh ke pangkuannya.

“Mau kemana kau hah? Mau lari dari oppa ya? Tidak bisa…” Siwon menggelengkan kepalanya sembari mengelus-eluskan kepalanya di leher Yoona. Sekaligus menghirup aroma lili yang menguar dari tubuh Yoona.

“Aigoo… untuk apa aku lari dari suamiku? Oppa aneh” jawab Yoona sambil menatap Siwon dengan kepala tertunduk.

“Hoho.. jadi intinya kau tak bisa jauh dariku ya?” Siwon mendongak. Senyum manis tampak tersampir di wajah tampannya.

“Eumm… Ne!” jawab Yoona dengan wajah malu. Membuat Siwon terkekeh dan memeluknya erat. Kemudian namja itu tampak berkali-kali mengecup wajah Yoona.

“Oppa mencintaimu, sangat mencintaimu… oppa sangat sangat mencintaimu” ucap Siwon disela-sela ciumannya. Sementara Yoona hanya tersenyum sembari membiarkan Siwon menciumnya dengan rakusnya.

 “Aigoo oppa jadi kembali mesum eoh?” sindir Yoona.

“Ini salahmu! Bagaimana bisa kau tak membiarkan oppa menyentuhmu? Oppa kan… merindukan masa-masa kita di ranjang sayang” ujar Siwon agak malu juga.

“Pervert!”

“Ya, aku kan melakukannya dengan istriku! Jadi apa salahnya?” elak Siwon dengan wajah polos.

Yoona terdiam. Berpikir. Benar juga. Karena tak mau Yoona mual dan pusing Siwon sengaja menahan dirinya agar tak menyentuhnya. Jadi kasihan dengan namja itu.

“Baiklah, akan kuberi kesempatan untuk oppa melakukannya” ujar Yoona setelah cukup lama berpikir.

“Melakukan? Melakukan apa ya….” ujar Siwon pura-pura tidak tahu.

“Oh jadi oppa tak paham? Baguslah, jadi aku tak perlu melakukannya”

“Andwe!” dengan cepat Siwon menyahut. Wajahnya tampak panik sendiri. Membuat Yoona terkekeh. “Oppa paham! Sangat paham, karena itu jangan dibatalkan sayang…” lanjut Siwon dengan wajah memelas.

“Hem? Kenapa cepat sekali berubah pikiran?” tanya Yoona dengan nada menyindir.

Siwon langsung tergagap. Dia bingung. Namja itu tampak terdiam sejenak sebelum akhirnya memeluk Yoona erat dan mengelus surainya lembut.”Oppa merindukanmu…” ucapnya sembari menciumi aroma tubuh Yoona.

Yoona tersenyum, balas memeluk Siwon lebih erat. Yeoja itu paham akan kerinduan yang Siwon rasakan.

“Jadi, kapan sayang? Oppa sudah tidak tahan lagi…” tanya Siwon dengan nada hati-hati.

Yoona tertawa mendengarnya. Tumben Siwon minta izin dulu. Biasanya juga langsung menerkamnya.

“Kapan saja oppa mau”

“Jinja?” wajah Siwon tampak berseri dengan mata berbinar mendengarnya. Satu anggukan Yoona kontan membuatnya lupa diri.

Namja itu langsung merengkuh Yoona dan menciumi bibir tipis sang istri dengan rakus. Lumatan demi lumatan ikut dia sarangkan. Bahkan kini bibirnya tampak sudah turun dan menjelajahi leher putih nan jenjang milik sang istri. Meninggalkan berbagai tanda kepemilikan disana.

“Hemmm…” Yoona tampak memejamkan matanya. Menikmati sentuhan Siwon dengan penuh sukacita. Sungguh, betapa dia merindukan sentuhan namja itu! Munafik sekali dia jika berani menolaknya saat Siwon memberinya.

Tangannya meraih wajah Siwon, membuat namja itu melepaskan ciumannya dan menatap Yoona dalam. Namja itu tersenyum saat melihat wajah memerah milik istrinya dan nafas Yoona yang tampak diburu. Perlahan di kecupnya bibir tipis Yoona dengan mata terpejam.

Baiklah, Siwon siap melakukannya!

Namja itu kini membaringkan Yoona di ranjang. Dalam hati dia berdoa semoga ranjang rumah sakit ini kuat menahan tubuhnya dan tubuh Yoona. Dengan lembut diusapnya wajah sang istri dan kembali disarangkannya kecupan ringan didahi indahnya. Siwon kembali berinisiatif mencium bibirnya, membuat Yoona mengalungkan kedua tangannya pada leher namja itu.

Tok!Tok!

Tapi lagi-lagi ketukan pintu sialan itu telah mengacaukan semuanya. Yoona langsung membuka matanya waspada sementara Siwon mendesis marah. Siapa lagi ini? Jangan bilang Jongwoon lagi karena sungguh Siwon akan langsung menyemprotnya kalau benar!

 “Oppa sudah lepaskan, ada orang di luar. Sebaiknya oppa buka pintunya”

Siwon mendesis lagi. Kesal. Jarang dia bisa mendapat persetujuan dari istrinya dan kini kembali berantakan!

“Abaikan saja ya?” tanya Siwon dengan wajah memelas.

“Andwe! Bagaimana kalau itu urusan penting?”

“Tapi…”

“Oppa…” rengekan Yoona akhirnya membuat Siwon pasrah. Namja itu mendengus sesaat, kemudian melepaskan pelukannya pada Yoona dan bangkit dengan wajah dongkol. Sementara Yoona langsung merapikan tampilannya yang agak berantakan.

Dan… dan… tebakan Siwon tepat sasaran!

Jongwoon berdiri di hadapannya dengan cengiran bodohnya. Membuat Siwon siap meledak saat itu juga!

“Kenapa sih kau ini hobi sekali mengacau?!” bentak Siwon kalap. Membuat Yoona terkesiap. Yeoja itu langsung menghampiri Siwon yang tengah sibuk memarahi Jongwoon. Sementara pihak yang dimarahi nampak kecut di hadapan sang suami.

“Oppa!” panggil Yoona.

Siwon dan Jongwoon kompak menoleh. Wajah Siwon langsung pucat begitu melihat tampang bengis sang istri.

“Kenapa kau memarahinya?!” bentak Yoona keras. “Memang apa salahnya?!”

Siwon langsung tergagap. Entah kenapa dia takut sekali pada Yoona saat ini. Sikapnya itu jelas membuat Jongwoon bingung.

“A… aniya, Jongwoon…. Jongwoon…”

“Berhenti memperlakukannya dengan kasar. Dia itu juga manusia, oppa”

“Ne” jawab Siwon dengan wajah polos.

“Cepat minta maaf padanya!” perintah Yoona.

“Mwo?!” Siwon langsung terlonjak mendengarnya. Dia jelas tak setuju. Bukan apa-apa, harga dirinya menolak hal itu! Tentu saja.

“Wae? Oppa tak mau? Ya sudah aku marah!” ancam Yoona.

“Aniya! Siapa bilang oppa tak mau? Oppa mau!” jawab Siwon cepat. Namja itu langsung berbalik, menatap garang Jongwoon yang langsung waspada.

“Mianhae” jawabnya agak ketus.

“Mana ada yang bilang maaf tapi begitu. Ulangi!”

“Mianhae” ulang Siwon dengan nada yang sedikit lembut dari sebelumnya.

“Oppa tersenyumlah!”

Siwon menghela nafas. Lalu menatap tajam Jongwoon dengan senyum terpaksa hingga membuat Jongwoon bergidik ngeri melihatnya.

“Mianhae, Jongwoon-ah… hem?” tanya Siwon dengan mata sedikit membesar.

Jongwoon mengangguk cepat. Wajahnya tampak pucat dengan sendirinya.

“Nah, begitu dong…” ujar Yoona sumringah. “Jongwoon-ah, jika Siwon oppa macam-macam lagi padamu, adukan saja padaku! Akan kubalaskan dendammu padanya”

“Mwo? Sayang, kau tega sekali!” Siwon langsung protes mendengarnya.

“Oppa membantah?”

Pertanyaan Yoona sontak membuat Siwon bungkam. Namja itu menggeleng dengan wajah sedikit tertunduk. Membuat Jongwoon takjub melihat betapa mudahnya Siwon takhluk dan tunduk dibawah kuasa Yoona.

Yoona tersenyum melihatnya. Siwon persis seperti anak kecil sekarang. Matanya kini menatap Jongwoon yang langsung terlihat gugup.

“Jadi Jongwoon, ada apa kesini hem?” tanya Yoona lembut.

“Eumm… aniya, nyonya.. saya… saya ingin bilang kalau pagi ini tuan Choi ada rapat dengan para manajer”

“Oh begitu” ujar Yoona sembari mengangguk paham kemudian mengalihkan pandangannya pada Siwon. “Oppa mandi sana. Oppa harus bersiap”

“Ne” jawab Siwon patuh lalu mulai masuk ke kamar mandi. Dan lagi-lagi Jongwoon kembali takjub melihatnya.

“Anda hebat sekali, nyonya” puji Jongwoon tanpa sadar.

“Nde?”

“A… aniya saya..”

“Tidak apa-apa, santai saja denganku”

“Ne” ujar Jongwoon mulai agak tenang setelah melihat senyum Yoona.

“Memang Siwon oppa kenapa? Apa yang telah kulakukan hingga kau bilang kalau aku hebat?” tanya Yoona.

Jongwoon terdiam, lalu tersenyum. “Sebelumnya tuan Choi tidak begini. Dia memang cerdas dan mempesona dikalangan atas. Apalagi di antara para yeoja. Dulu sebelum bertemu dengan nyonya, tuan Choi orang yang sangat dingin. Dia kejam dan tak berperasaan. Dia takkan segan menyingkirkan siapapun yang dianggapnya sebagai penghalang untuk kesuksesannya. Meski anehnya dia tetap populer dan jadi dambaan para wanita. Tapi sejak bertemu dan menikah dengan anda, perlahan tuan Choi berubah. Walaupun masih kasar dan arogan tapi saya tak pernah melihat dia selemah ini dihadapan yeoja. Dulu saya selalu bertanya-tanya kenapa dia begitu berambisi pada anda padahal banyak wanita yang mengejarnya di luar sana. Tapi kemarin, saya akhirnya paham alasannya” jelas Jongwoon merujuk pada pengakuan Siwon di radio.

Yoona terdiam. Meski dalam hati dia cukup bangga mendengarnya. Berarti benar kalau Siwon hanya menginginkannya selama ini.

“Lalu kau? Apa yang membuatmu begitu setia pada Siwon? Padahal jelas-jelas dia selalu kasar padamu bahkan kemarin dia menamparmu kan?” tanya Yoona penasaran.

Jongwoon tersenyum mendengarnya. “Karena bagi saya, tuan Choi adalah penyelamat hidup saya. Sebesar dan sesakit apa luka yang saya rasa, takkan sebesar jasa tuan Choi pada saya”

“Mwo? Maksudnya?”

Jongwoon terdiam, tampak berpikir. “Dulu saya adalah karyawan di sebuah perusahaan yang cukup besar. Tapi sayangnya saya di PHK. Kemudian saya berusaha keras mencari kerja meski selalu ditolak karena saya hanya lulusan dalam negeri dan saya orang miskin yang tak punya koneksi. Padahal saya tulang punggung keluarga yang harus membiayai hidup ibu dan adik saya semenjak ayah saya meninggal dunia”

“Lalu?”

“Suatu malam saya mabuk berat. Saya pusing dan lelah memikirkan hidup saya. Sialnya, malam itu saya dirampok. Saya dipukul habis-habisan. Disaat itulah tuan Choi tak sengaja lewat dan menyelamatkan saya. Dia sangat pandai dalam bela diri. Dia membawa saya ke rumahnya dan menanyakan apa yang saya lakukan di daerah tersebut. Akhirnya saya menangis dan menceritakan semuanya”

“Kau menangis?”

“Ne” Jongwoon tampak malu menjawabnya. “Tapi tuan Choi malah memukul saya dan menasihati saya dengan kata-kata yang membuat saya merasa hidup kembali” Namja itu terdiam sejenak, kemudian mengambil nafas sebelum kembali melanjutkan ceritanya.

“Dia bilang, “Apa kau ini bodoh? Ya, sadarlah kau ini namja! Mana boleh menangis! Airmata itu adalah harga diri seorang namja, paham? Karena itu berhentilah menangis dan bersemangatlah! Apa kau pikir hanya hidupmu yang berat? Jangan sok tahu dan jangan sok menghakimi dunia. Semua orang juga punya kesulitan. Tapi semua orang juga punya cara untuk bangkit kembali” Jongwoon mulai menirukan ucapan Siwon.  “Dan jujur, saya selalu mengingatnya, nyonya. Saya benar-benar tersadar setelah mendengar kata-kata tuan Choi”

“Kemudian?”

“Dia menjadikan saya sebagai sekretarisnya setelah melihat cv lamaran saya. Tapi baru beberapa bulan bekerja dengannya, dia memberi beasiswa untuk adik saya kuliah di universitas terkenal. Kemudian dia juga membantu keluarga saya dengan mendirikan restoran untuk ibu saya. Dia bilang itu adalah bentuk penghargaannya kepada saya karena telah sabar akan sikapnya. Dan lagi-lagi saya terharu karenanya”

“Jadi karena itu kau memutuskan untuk setia padanya?”

“Ne”

Yoona terdiam mendengarnya. Wajahnya nampak berpikir. Sungguh dia tak menyangka kalau suaminya memiliki sisi sebaik itu. Jadi dia benar-benar telah salah menilai Siwon selama ini.

Cklek!

Kompak, Jongwoon dan Yoona menoleh. Mendapati Siwon yang terlihat segar sehabis mandi.

“Hey, ada apa dengan kalian? Kenapa segitunya memandangku? Apa ada yang aneh di wajahku?” tanya Siwon heran. Sementara Jongwoon dan Yoona kompak tersenyum satu sama lain mendengarnya.

* * *

“Syukurlah Yoona sudah baikan dengan Siwon sekarang” ucap Seulong dengan senyum sumringahnya.

Sooyoung ikut tersenyum mendengarnya. “Mudah-mudahan ini yang terakhir kalinya rumah tangga mereka ada masalah. Setidaknya jika pun ada tidak seberat kemarin”

Kyuhyun mengangguk setuju akan harapan Sooyoung. “Mereka harus bahagia agar aku tak sia-sia melepaskan Yoona pada Siwon”

Kontan saja ucapan Kyuhyun itu membuat Sooyoung mendelik. Sungguh, dia kembali terbakar cemburu!

“Ehem… kalau mau bertengkar, tolong diluar ya. Apa kalian pikir kalian hebat karena bisa menyaingi Siwon dan Yoona yang sering bertengkar? Ya, jangan keterlaluan! Aku ini masih jomblo!” protes yang dilancarkan oleh Seulong perlahan mencairkan kembali suasana yang tadinya tegang. Kyuhyun dan Sooyoung akhirnya memilih untuk tak mempermasalahkannya.

“Oppa, kudengar kau dekat dengan perawat yang imut itu”

“Nugu?”

“Lee Jieun?”

Wajah Seulong langsung memerah mendengarnya. Kini dia tersipu malu.

Kyuhyun terkekeh melihat reaksi namja itu. “Hyung, kalau kau mau kami tak masalah membiarkanmu menikah dulu. Kan tidak enak kalau kau sampai dilangkahi dua kali oleh Yoona dan Sooyoung”

“YAAAAA….”

* * *

Para manajer yang berkumpul di ruang rapat itu terdiam. Menatap heran sang presdir yang kini terlihat bersemangat dan tersenyum ramah pada mereka. Hal yang selama ini jarang mereka dapati dalam diri seorang Choi Siwon.

“Jadi tuan Ahn, anda masih belum menyelesaikan laporan untuk proyek di Jeju ya?” tanya Siwon sembari membaca sebuah berkas dan menatap seorang namja yang tampak gugup.

“N… ne, maafkan saya tuan. Kemarin istri saya sakit. Saya harus menemaninya. Putra saya masih bersekolah di luar negeri. Tolong maafkan ketidak kompetenan saya kali ini” namja yang berusia sekitar 40 tahunan itu terlihat pucat. Takut kena damprat sang atasan yang notabenenya lebih muda darinya itu.

Siwon diam. Meletakkan dokumen tersebut perlahan. Namun tetap saja semuanya terkejut. Menanti dengan hati waspada akan reaksi Siwon.

“Tidak apa-apa. Tapi nanti segera selesaikan. Aku akan menunggu” jawaban sang presdir langsung mengundang kebingungan. Pasalnya jarang sekali Siwon mengucapkan kalimat itu jika didapati ada karyawannya yang lalai dalam tugas dan mengeluarkan berbagai alasan meskipun alasan tersebut dirasa logis.

“Nde?” tuan Ahn tak tahan untuk tak kembali bertanya. Memastikan dengan benar ucapan Siwon.

Siwon menoleh, membuat namja itu kembali gugup. Mata tajam dengan garis keras di wajah tampan namja itu jelas mengundang ketakutan bagi siapapun.

“Kenapa? Mau kuralat lagi ucapanku?” tanya Siwon sambil mengangkat satu alis tebalnya. Mencoba mengintimidasi namja itu.

Dengan cepat tuan Ahn menggeleng. Meski dalam hati bernafas lega akan sikap longgar yang Siwon berikan.

Siwon tersenyum dengan hangatnya. Kembali mengundang keheranan diantara jajaran direksi perusahaan tersebut.

“Kenapa kalian diam saja? Santailah sedikit. Aku takkan menggigit” ujarnya dengan wajah ramah namun tetap saja semuanya masih tegang karena terbiasa mendapati sikap dingin dan arogan milik sang atasan.

“Eissh…” Siwon mendesis dengan mata menyipit. “Tuan Kim, tuan Ahn, tuan Baek… ada apa dengan kalian? Lihatlah semakin hari semakin banyak kerutan yang timbul di wajah menawan kalian. Cobalah untuk tersenyum sekali-sekali. Jangan tegang begini. Aku ini orang yang penuh toleransi asal kalian tahu” lanjut Siwon.

Berbagai deheman mulai muncul dengan anggukan kaku atas ucapan Siwon. Namja itu tersenyum, kemudian melirik jam analog yang melingkar di tangan kirinya itu. Kembali senyum hangat terpatri di wajah tampannya.

“Baiklah, rapat selesai. Kalian boleh langsung pulang setelah ini. Ah, terutama kau tuan Ahn. Rawatlah dan temani istrimu sampai sembuh, mengerti?” setelah mengucapkan hal itu, Siwon langsung ambil langkah seribu. Meninggalkan ruangan itu tanpa sadar kebingungan yang telah dia ciptakan didalamnya.

“Ada apa dengan tuan Choi? Tidak seperti biasanya…” dan semuanya sepakat untuk memikirkan kalimat itu dalam keheranan akan sikap Siwon.

* * *

Jongwoon langsung menghentikan langkahnya begitu Siwon menghentikan langkahnya. Namja itu tampak kaget sendiri saat Siwon berbalik dan menatapnya lekat.

“Kau juga, kuberi libur hari ini”

“Nde?” Jongwoon tampak kebingungan.

“Berkencanlah!”

“Aku…” Jongwoon terlihat kesal sendiri. “Tak punya pacar” kemudian wajahnya berubah sendu saat melanjutkan kalimatnya.

Siwon tersenyum mendengarnya. Sebuah tepukan pelan dia sarangkan di bahu Jongwoon.

“Kwon Yuri?”

“Nde?!” Jongwoon langsung heboh sendiri saat nama itu disebut oleh Siwon.

Namja itu terkekeh, tak peduli akan raut bingung dan histeris milik sang sekretaris.

“Dia menunggumu di butiknya” ucap Siwon. Kemudian namja itu mendekatkan wajahnya pada telinga Jongwoon sembari satu tangannya menutup pipinya.

“Ini rahasia, jangan bilang siapa-siapa ya. Sebenarnya sejak dia bertemu dengan Kim Jongwoon, dia juga tak bisa melupakan wajahnya. Karena itu Choi Siwon dengan baik hatinya membantu untuk jadi ibu perinya. Jadi sampaikan pada Kim Jongwoon ya, kalau Kwon Yuri juga menyukainya…”

“Tuan!” Jongwoon langsung terharu. Namja itu memeluk Siwon seolah Siwon adalah teman baiknya. Sementara Siwon tersenyum. Sebenarnya sejak Yuri mengurus gaun dan semua baju untuk Yoona, Siwon tahu sejak saat itulah Jongwoon jatuh hati pada yeoja manis berkulit tan itu. Namja itu selalu mencari kesempatan agar bisa menemui Yuri dan tersenyum sendiri saat sudah bertatapan. Siwon bukannya bodoh, tapi dia tak mau ambil pusing. Sampai akhirnya lama-lama kasihan juga dia jika Jongwoon terus menjomblo seumur hidupnya.

“Sudah sana pergilah. Mumpung aku sedang baik. Tapi besok tidak lagi ya. Kau harus masuk kerja”

“Arraseo!” jawab Jongwoon antusias. “Terimakasih tuan! Anda yang terbaik! Anda adalah tuan terhebat yang ada di dunia!”

“Ck, tak usah berlebihan. Sana pergi!”

“Ne. oh iya, ini kunci mobilnya”

“Arasseo. Bersenang-senanglah eoh?”

“Ne!”

* * *

“Pesawatnya akan meluncur…”

Yoona langsung menggeleng saat Siwon menyuapkan makan siangnya padanya.

“Shirreo? Wae?” tanya Siwon heran. “Supnya enak, percayalah. Oppa sudah memastikannya tadi”

“Aku tak suka wortel. Masa oppa lupa?” Yoona balik bertanya dengan wajah cemberut.

Siwon terdiam sejenak, kemudian tersenyum. “Tapi kau sedang hamil. Bukankah wanita hamil butuh banyak makan sayur agar janinnya tumbuh sehat?”

“Issh…” Yoona mendesis sebal. “Oppa mana tahu hal itu, memang oppa yang hamil?”

Siwon diam, tampak salah tingkah akan pertanyaan Yoona yang terkesan mengintimidasinya.

“Oppa memang tidak hamil. Tapi oppa bisa merasakan kalau anak kita ingin menghabiskan sup ini” sanggah Siwon semakin sok tahu.

“Pabo” cibir Yoona. “Aku mual saat akan makan sup itu. Apa oppa pikir dia menyukainya? Oppa bodoh sekali”

Dan kini Siwon benar-benar tak bisa membantah. Kenapa anaknya ini suka sekali mengerjainya melalui ibunya? Apa dia tahu kalau Yoona adalah kelemahan terbesar dirinya?

Mulai dari melarang untuk disentuh, mudah marah dan salah paham, bahkan kini dia mudah sekali mengatakan kalau Siwon bodoh! Ampun, demi jumlah kerang di lautan tak pernah ada yang berani meremehkan kemampuan intelektualnya. Jadi saat di ejek seperti itu, Siwon jadi agak merasa aneh dan tak nyaman. Dia terbiasa dengan pujian dan kekaguman orang-orang atas kecemerlangan otaknya selama ini. Tapi ya sudahlah, berhubung anak itu adalah darah dagingnya Siwon hanya bisa pasrah.  Mungkin anaknya itu penjelmaan dari Siwon. Ya, Siwon akui dia memang mudah merendahkan orang dan keras kepala. Jadi kalau sekarang anaknya itu memiliki sifat yang sama dengannya… Siwon bisa apa?

Namja itu tersentak sesaat ketika Yoona meraih sendok yang dia pegang dan menyendok sup tersebut. Awalnya Siwon senang, mengira Yoona akan memakan sup itu. Tapi rupanya hal itu meleset dari pikiran Siwon.

Yoona malah menyuapinya. Merengek dan merajuk saat dia menolak. Ya Tuhan…

“Oppa…” rengek Yoona.

“Iya…”

“Pesawatnya akan meluncur…” bahkan dia meniru rayuan yang tadi Siwon lancarkan. Membuat Siwon benar-benar tersudut.

* * *

“Kenapa tangan oppa besar sekali?” gumam Yoona ketika Siwon memeluknya dan yeoja itu memainkan tangannya sembari berbaring.

“Karena oppa namja?” jawab Siwon setengah bercanda.

“Apa semua namja tangannya besar? Tangan Kyungsoo tidak sebesar punya oppa”

“Kyungsoo? Siapa?” tanya Siwon waspada. Mulai tak nyaman kalau-kalau ternyata yeoja itu malah bicara tentang mantan kekasihnya. Hal yang sangat Siwon benci.

“Dia anak Yoo ahjumma”

“Tetanggamu?”

“Ne”

“Berapa umurnya?”

“Eum… 10 tahun?” jawab Yoona sembari tangannya terangkat dengan wajah polos. Seolah memberi tahu dengan jelas ucapannya.

Siwon diam. Rasanya dia siap meneriaki yeoja itu kalau saja tak ingat dia sedang hamil dan Yoona adalah istrinya. Sungguh, istrinya senaif inikah?

“Dia masih anak-anak chagiya. Wajar bukan jika tangannya masih kecil” ucap Siwon mencoba bersabar akan kepolosan Yoona.

Yoona mengangguk, kemudian tersenyum. “Tadi tumben oppa datangnya sendiri. Jongwoon kemana?”

“Dia sedang ber… hey, kenapa kau malah bertanya tentang Jongwoon?” tanya Siwon balik dengan wajah cemberut diliputi kecemburuan.

“Hanya bertanya, apa tak boleh?”

“Ne, memang kau sedang ada dalam pelukan siapa sekarang hah? Lalu kau ini istri siapa? Yeoja siapa? Milik siapa? Kau itu wanita Choi Siwon, ingatlah itu! Kenapa malah menanyai Kim Jongwoon babo sok cool itu” desis Siwon dengan emosi menyala.

Yoona diam, heran akan sikap Siwon. Namun tak lama dia tersenyum saat sadar kalau Siwon tengah cemburu.

Perlahan dieratkannya pelukannya pada namja bertubuh atletis itu.  Satu kecupan mesra didaratkan di pipi Siwon setelahnya.

“Aigoo… kenapa suamiku ini cemburuan sekali eoh? Arraseo, aku hanya wanitamu hm?”

Siwon diam, masih terlihat kesal dan Yoona tersenyum geli melihatnya.

“Hem?” tanyanya lagi sembari berdehem.

Siwon diam, berusaha keras untuk mengabaikan Yoona meski akhirnya tak bisa. “Hem…” gumamnya menanggapi yeoja itu. Mengundang senyum sumringah di wajah cantik Yoona.

“Jadi sudah tak marah lagi kan?”

“Hemm…”

“Oppa…” rayu Yoona sembari beraegyo.

“Berhenti memasang wajah imut!” desis Siwon. “Salah-salah kau bisa kuterkam”

“Aigoo… ganas sekali” Yoona terkekeh melihat kegalauan Siwon dalam menahan nafsunya. Kasihan juga. Sudah berapa lama mereka tak melakukannya? Sejak Yoona hamil Siwon tak bisa menyentuhnya dengan leluasa.

“Bagaimana kalau sekarang?” pertanyaan Yoona membuat Siwon menoleh padanya. Namja itu mengerutkan dahi, bingung sendiri.

“Maksudnya?”

“Oppa tak mau?” Yoona mengecup bibir Siwon singkat, seolah mengisyaratkan maksudnya. Kemudian sebuah kedipan penuh godaan telah Siwon terima. Membuat namja itu tersenyum senang ketika paham maksud Yoona.

“Kau yang minta hah…” desis Siwon dengan wajah seduktif. “Aku tak akan tanggung-tanggung lagi. Sudah terlalu lama aku bersabar”

Yoona tersenyum. Kemudian mengangguk. “Arraseo” satu kalimat dari Yoona itu telah membuat Siwon lupa diri. Kini namja itu sukses melahap bibir tipis milik sang istri dan membawanya dalam arus surga dunia.

* * *

“Jadi tuan Choi bilang aku menyukaimu?”

“Ne” jawab Jongwoon sambil malu-malu.

Kwon Yuri, yeoja manis berkulit tan itu diam. Wajahnya tampak bingung. “Tapi aku tak pernah bilang begitu”

PRANG!

Seketika hati Jongwoon hancur sudah. Mungkin berkeping-keping jadinya. Sungguh, setelah membuatnya terbang sampai ke awan, Siwon tega menjatuhkannya sesakit ini? Apa dia tak punya hati hah?! Mendadak Jongwoon jadi kesal sendiri. Siwon bukannya membantu kalau begini, tapi membuat malu. Dan Jongwoon benar-benar kehilangan muka dihadapan Yuri saat ini.

“Oh begitu ya, maaf. Kalau begitu aku…”

“Hahaha….”

Jongwoon mengangkat wajahnya. Menatap heran Yuri yang kini tertawa geli dihadapannya.

“Kenapa kau tertawa? Apa lucu melihat aku yang patah hati begini?!” Jongwoon langsung didera emosi. Yuri terkesan mempermainkannya.

Yuri tampak kesulitan meredakan tawanya. Dia bahkan mengusap airmata yang hampir jatuh. Namun kini wajahnya tampak lebih serius.

“Maaf, aku hanya bercanda tadi”

“Mwo?!” Jongwoon kaget sendiri. Kini dia benar-benar dilanda kekesalan akut.

“Aku tak menyangka aktingku begitu bagus”

“Teganya kau…” desis Jongwoon. “Apa mempermainkan perasaan orang lain begitu menyenangkan untukmu?! Dengar ya, aku akui aku ini mungkin tak seluarbiasa tuan Choi atau lelaki lain di luar sana. Tapi bukan berarti kau bisa seenaknya bercanda keterluan begini! Kau… aku kecewa padamu” lanjutnya. Namja itu terdiam sejenak, kemudian mengambil jasnya dan bersiap pergi. “Aku pergi” ucapnya.

Hatinya mencelos seketika. Aigoo…mungkin dia memang ditakdirkan untuk jomblo dulu. Karena entah kenapa setiap cinta yang ada malah tak sesuai dengannya.

Namun yang mengejutkan, Yuri tiba-tiba menghalaunya. Menarik tengkuk Jongwoon dan mengecup bibirnya agresif. Membuat mata Jongwoon terbelalak.

Yuri melepaskan ciumannya dengan senyum seduktif di wajah manisnya. Sementara Jongwoon melongo.

“Bodoh, tidakkah kau pahami sikapku? Aku ini gugup, tahu. Aku bingung bagaimana mencairkan suasana yang ada. Kau begitu kaku dan aku canggung. Karena itu aku bercanda”

“Ne?” tapi Jongwoon malah menanggapinya dengan wajah bodoh. Mengundang desisan di wajah Yuri.

“Issh… aku menyukaimu! Kau ini benar-benar lamban ya, pantas saja tuan Choi bilang untuk lebih agresif padamu. Tapi tidak perlu juga kau seka… hhmmmpp…” ucapan Yuri terpotong, dibungkam duluan oleh ciuman dari Jongwoon.

“Aku menyukaimu, Kwon Yuri” dan setelah pautan mereka terlepas, Jongwoon langsung tersenyum dengan manisnya dan mengucapkan kalimat yang tak kalah manis.

Keduanya kini diam, terlihat canggung dengan rona malu satu sama lain.

* * *

“Apa yang kau tertawakan hah?!”

Minjun terkejut, bahkan terlonjak saat Siwon membentaknya. Kemudian gelengan dengan raut ketakutan menyusul di wajahnya.

“Minjun-ah…”

“Nde?”

“Apa aku terlihat lucu?”

“Aniya…” Minjun tampak menahan tawanya, seolah wajahnya telah menjelaskan betapa ucapannya tadi bertentangan dengan pikirannya.

“Tak lucu? Tapi Yoona harus tertawa. Dia bilang harus lucu” keluh Siwon.

“Anda lucu”

“Jadi benar aku tampak lucu hah?! Lalu kenapa tadi kau tak jujur?!” bentak Siwon.

“Maafkan saya tuan…” Minjun terlihat membungkuk berkali-kali. Dia serba salah jadinya. “Saya bersalah…”

Siwon mendesis, lalu menghela nafas. “Sudahlah…”

* * *

“Kurang genit!”

“Aku ini namja!”

“Memang siapa yang bilang oppa yeoja eoh?”

Siwon mendesah. Kesal dan malu meski hanya Yoona yang melihat keadaannya saat ini.

“Something….” namja itu langsung mengulurkan tangannya dengan gerakan lentik. Meski kesan maskulinnya begitu kental.

“Nah, begitu dong” senyum lebar langsung menghiasi wajah Yoona ketika melihat Siwon telah menyanyi dan menarikan lagu Something, milik girlband Girls Days. Namja itu terlihat aneh dan lucu, itu pasti. Wig blonde yang dibuat kepang satu dan terusan dengan belahan di dekat pahanya membuat Siwon terlihat konyol karena struktur tubuhnya tak mengizinkan kepantasan untuk memakai baju tersebut.

Siwon langsung melepas wignya dan terusan itu cepat. Takut kalau ada yang masuk dan Siwon tak sempat berganti pakaian. Malu. Citranya bisa hancur kalau sampai ada yang tahu betapa menjijikkannya seorang Choi Siwon saat ini.

“Ah.. akhirnya bisa lepas juga dari kostum sialan itu” ucap Siwon lega. “Dia pasti namja. Masa yang dia mau adalah lagu-lagu girlband? Aku yakin dia namja” ucap Siwon dengan wajah serius sembari mengelus perut Yoona.

Yoona tersenyum, langsung memeluk lengan kekar Siwon dengan manja. “Oppa…”

“Hem?”

“Lagi…”

“Nde?!”

“Sekarang maunya Sistar, give it to me. Jadi ayo pasang lagi kostumnya” rengek Yoona dengan wajah merayu.

“Mwo?!”

TOK! TOK!

Tapi untung saja ketukan di pintu itu menyelamatkan Siwon dari penistaan yang Yoona lakukan. Untuk kali ini, Siwon setuju interupsi semacam ini.

* * *

“Jangan menatapnya seperti itu! Dia wanitaku”

“Arraseo” Kyuhyun mendesah akan tingkah Siwon. “Aku juga maunya cepat menikah. Usiaku sudah dewasa. Tapi sayang belum ada modal untuk mengadakannya”

Siwon diam, tampak berpikir mendengar ucapan Kyuhyun.

“Jika kau bisa membuat rumah sakit ini tambah maju dan mengembalikan uangku… aku janji akan mengadakannya untukmu”

“Benarkah?”

“Oppa kau serius?” tanya Yoona.

“Ne, kau tinggal pilih tanggalnya saja nanti” jawab Siwon tegas.

Sooyoung dan Kyuhyun diam. Tersenyum dengan mata penuh harapan.

* * *

“Oppa harus menepatinya”

“Ne”

“Jika tidak aku marah”

“Iya sayang…” Siwon tersenyum sembari mengecup dahi Yoona lembut. “Kuharap dia jadi giat setelah mendengar tawaranku”

“Aku harap juga. Aku prihatin akan kisah cinta mereka kalau tak berujung pernikahan”

Siwon tersenyum. “Padahal dulu kau begitu menentang pernikahan kita. Kau tidak prihatin padaku? Dulu kau ini istri durhaka, kau tahu?” Siwon menaikkan satu alisnya.

“Ah… oppa” dan Yoona langsung bereaksi dengan memeluknya dan menciumi lehernya. Membuat Siwon tersenyum sembari menikmati tingkah manja Yoona.

“Aku menyukai oppa..”

“Oppa juga menyukaimu, chagiya…”ucap Siwon sembari mengelus surai coklat Yoona.

“Aku mencintai oppa…”

“Iya, oppa sangat mencintaimu”

“Aku sangat sangat mencintai oppa” jawab Yoona tak mau kalah.

“Oppa paling mencintaimu” ucap Siwon sambil mengecup bibir Yoona pelan.

* * *

Delapan bulan kemudian…

“Dengan ini kalian resmi dinyatakan sebagai sepasang suami istri”

“Aigoo.. akhirnya” Yoona mendesah lega meski masih mengeluh juga. “Kenapa sih Sooyoung dan Kyuhyun harus menikah saat aku hamil besar begini?!”

Siwon yang ada disampingnya tersenyum kemudian mengelus punggungnya pelan.

“Sabar ya sayang, Kyuhyun kan baru saja berhasil membuat rumah sakit jadi terkenal sampai keluar negeri sebulan yang lalu karena operasi yang sukses dia lakukan dengan teknik barunya pada ja hyung. Jadi ya…”

“Issh tapi tetap saja, aku tampak lucu datang dengan perut besar begini” Kini Yoona gantian melotot pada Siwon. “Oppa juga! Kenapa tidak sejak dulu saja menolong mereka! Aku terlihat gendut sekarang…”

“Kau tetap cantik, tenanglah. Ayo sekarang kita temui Sooyoung dan Kyuhyun” ucap Siwon sambil meraih tangan Yoona dan memaksanya untuk melingkar di lengannya.

“Chukkae… pengantin baru” ujar Siwon ketika mereka sudah berhadapan dengan Kyuhyun dan Sooyoung.

Kedua pasangan pengantin baru itu tersenyum, kemudian menyalami Siwon.

“Kenapa cemberut begitu Yoong? Ini hari pernikahanku, tidakkah kau senang?” tanya Sooyoung.

“Senang sih senang tapi kenapa mesti saat aku hamil besar begini eoh? Aku jadi terlihat lucu saat datang dengan perut besar begini” keluh Yoona.

“Aku sudah bilang dia tetap terlihat cantik, tapi Yoona…” Siwon terlihat mengangkat bahunya menanggapi ucapan Yoona.

Sooyoung tersenyum mendengarnya. “Hey, jangan begitu. Kau ini egois dan manja sekali. Masa semua ucapanmu harus dituruti? Kudengar juga Siwon jadi susah karena kau mengidam yang macam-macam. Apa itu benar? Aigoo.. Im Yoona, suamimu bisa bangkrut jika kau bahkan tak ingin dia jauh darimu. Dia itu juga harus kerja tahu”

“Memangnya kenapa? Dia milikku, terserah aku mau melakukan apa saja padanya” Yoona langsung cemberut sembari mengeratkan pegangannya pada Siwon.

Suaminya itu tersenyum, kemudian mengangguk. “Tenang saja Choi Sooyoung, kupastikan beberapa proyek takkan membuatku jatuh miskin dan membuat saudaramu ini kesusahan. Jadi tidak apa-apa”

“Huh, Yoona kau beruntung sekali punya suami seperti Siwon. Sudah tampan, kaya…”

“Ehem, tolong ingatlah kalau suamimu ada disini juga Cho Sooyoung”

Kontan teguran bernada cemburu milik Kyuhyun membuat semuanya tertawa. Sooyoung langsung mencium Kyuhyun dan membujuknya agar tidak merajuk. Hingga akhirnya sebuah keluhan mendadak membuat semuanya panik.

“Oppa, perutku sakit sekali…” keluh Yoona sembari meringis.

“Ne?!” Siwon tampak panik sendiri. “Jongwoon!” dia bahkan tak ragu untuk berteriak di tengah acara yang berlangsung.

Jongwoon tampak terburu-buru menghampiri Siwon dengan hati cukup berat karena harus meninggalkan Yuri yang notabene juga diundang sebagai desainer untuk gaun pernikahan Sooyoung.

“Ada apa tuan?”

“Yoona…”

“Oppa, ketubanku pecah!” belum sempat Siwon bicara, Yoona sudah lebih dulu berteriak saat melihat ada air yang mengalir di kakinya.

Hal itu jelas membuat semuanya panik. Sooyoung dan Kyuhyun jadi bingung sendiri. Suasana pesta kacau seketika karena Yoona yang akan melahirkan.

“Cepat siapkan mobil! Kita ke rumah sakit sekarang!” perintah Siwon sembari menggendong Yoona.

* * *

“Tarik nafas, keluarkan… pelan-pelan nyonya!”

“Arrggghhhh…. sakit sekali” Yoona tampak kesakitan dengan peluh bercucuran.

Di sampingnya, Siwon ikut meringis menyaksikan persalinan istrinya. Setelah konflik kecil yang mendera – karena Siwon ribut tak mau Yoona di tolong oleh dokter namja – akhirnya Yoona masuk ke ruang bersalin juga. Siwon yang takut terjadi apa-apa pada istrinya langsung mengajukan diri untuk menemaninya. Membuat dokter dan perawat tak bisa berbuat apa-apa mengingat status Siwon.

Ketika Yoona menarik nafas, Siwon akan ikut menarik nafas. Begitu pula ketika Yoona berteriak Siwon akan meringis seolah dia ikut kesakitan. Membuat wajahnya terlihat lucu saat ini.

“Dorong lebih keras…”

“Arrggghhh….”

“Ya, sedikit lagi nyonya…”

“Arrggghhh….”

Siwon langsung memejamkan matanya. Tak tega mendengar teriakan Yoona. Dalam hati dia berharap agar baik istrinya maupun anaknya sama-sama selamat.

“Hhhh….” nafas Yoona tampak terengah. Keringatnya semakin banyak yang menetes. Siwon dengan sigap mengusapnya. Kasihan akan keadaan istrinya.

“Bertahanlah sayang…” bisiknya lembut. “Auw!” Tapi Yoona malah memukulnya. Membuat Siwon meringis kesakitan.

“Kenapa oppa dipukul?” tanya Siwon dengan wajah polos.

Yoona mendecih. “Itu balasannya untuk oppa. Aku kesakitan tahu? Dan oppa cuma bisa bilang itu hah! Aku.. arrgghhh….” Yoona tak sempat melanjutkan omelannya. Dia hanya bisa berteriak ketika dokter kembali memberi instruksi padanya.

“Kurang ajar! Aku benci oppa! Aku sakit karena oppaaaaa……..!” teriak Yoona sembari menjambak Siwon.

“Auw appo! Mianhae chagiya… oppa jalmothaesseo… jeongmal mianhae… auwww!” dan Siwon tak kalah kencang berteriak karena jambakan dan cakaran Yoona.

* * *

Setelah perjuangan yang panjang, akhirnya Yoona bisa melahirkan dengan selamat. Seorang putra.

Dia terlihat lucu dengan wajah putih bersinar. Bibirnya tipis berwarna kemerahan. Matanya beriris madu.

“Dia tampan” ucap Siwon sembari mencium pipi putranya berkali-kali. “Terimakasih chagiya…” ujarnya kemudian mengecup dahi istrinya yang tampak masih lemas.

Yoona tersenyum, mengisyaratkan Siwon agar menyerahkan putra mereka padanya. Dan Siwon mengerti itu.

Kini dia tampak bahagia melihat dua malaikat hatinya berada dihadapannya. Airmata haru seolah berlomba di pelupuk matanya.

“Akan oppa beri nama apa dia?” tanya Yoona setelah puas memainkan si kecil.

“Eumm…” Siwon tampak berpikir. “Choi Siyoon?”

“Choi Siyoon? Namanya mirip nama aktor” komentar Yoona.

“Kau tahu? Aku sudah pernah bertemu dengan Yoon Siyoon secara langsung. Dia imut meskipun sudah dewasa. Semoga saja anak kita akan setampan dan seimut dia”

“Aigoo… kenapa mengharapkan hal seperti itu? Apa oppa pikir oppa tidak tampan?”

“Oppa tampan, tapi oppa orangnya kan rendah hati”

“Cih, dasar…”

TOK! TOK!

“Halo!”

Yoona tersenyum, begitu juga Siwon ketika melihat Sooyoung, Kyuhyun, Seulong dan Jongwoon masuk ke dalam kamar rawat Yoona.

“Halo… kami mau lihat keponakan kami dulu. Dimana dia? Oh, ini dia… auw!” Sooyoung langsung meringis ketika Siwon memukul pelan tangannya yang bersiap mengambil Siyoon dari tangan Yoona.

“Wae?!” wajahnya tampak cemberut.

“Jangan sentuh anakku. Kau bahkan belum ada pengalaman punya anak. Jadi aku takkan membiarkan amatiran sepertimu untuk mengurusnya”

“Mwo? Jahat sekali.. oppa” Sooyoung langsung mendekati Kyuhyun. Mengadu tepatnya.

Kyuhyun tersenyum sembari merangkul istrinya mesra. “Tenang saja, nanti kita juga bisa punya anak dan memamerkannya pada mereka. Kita juga bisa membuat Choi Siwon iri”

“Kau bercanda?” Siwon tergelak sendiri. “Ya, aku sudah lebih dulu jadi appa dibandingkan dirimu. Kaulah yang pantas iri denganku” Siwon tak mau kalah.

Seulong menggeleng mendengarnya. “Kau ini, Kyuhyun kan hanya bercanda”

“Ja hyung juga tidak usah ikut-ikut. Mau Jieun kupindahkan ke Afrika sama seperti Kyuhyun dulu?” ancaman Siwon sukses membungkam Seulong yang langsung menggeleng cepat. Masalahnya, tunangannya yang kini jadi taruhan. Ya, dia sudah bertunangan dua bulan yang lalu setelah pendekatan beberapa bulan.

“Sabar tuan Im…” Jongwoon langsung menunjukkan keprihatinannya.

“Kau juga, kenapa tak ada perkembangan hah? Aku sudah membantumu, tapi mana kejelasannya? Kau hanya berpacaran dengan Yuri. Tak ada hubungan yang benar-benar mengikat. Jika masih tak jelas dia kusuruh berpacaran dengan namja lain saja” tapi Jongwoon tak luput dari ancamannya.

Jongwoon menelan salivanya, lalu tertunduk. “Kami sedang dalam tahap serius tuan. Tapi masih butuh waktu”

“Sudahlah, kabari saja kalau kau akan menikah.Tak usah bertele-tele untuk bertunangan dan sebagainya. Seperti seseorang”

Seulong berdehem sembari mengalihkannya pandangannya. Tersudut akan sindiran Siwon.

Yoona tersenyum. Selama ini Siwon tak benar-benar berubah. Meski tak seemosional dulu, tapi tetap saja dia paling ahli dalam mengintimidasi dan bersikap arogan pada siapapun. Bahkan Yoona dengar dari Jongwoon, Siwon hanya bersikap lembut padanya. Awalnya dia masih sebal, tapi lama-kelamaan sifat keras Siwon memiliki kesan tersendiri untuknya. Setidaknya Siwon mampu melindunginya dan memberi rasa aman didekatnya. Siwon juga tak pernah membantah keinginannya. Dia bahkan akan dengan cepat memenuhi semua yang dia mau. Meski dia masihlah seorang Choi Siwon yang over protektif, mudah cemburu dan pemarah tapi sekarang Yoona malah menyukainya. Siwon tampak sangat keren saat sifat aslinya keluar. Aneh kan? Padahal dulu dia sangat membencinya. Mungkin benar kata pepatah. Cinta itu buta. Lebih tepatnya membutakan. Karena seburuk apapun sikap Siwon, Yoona tetap menyukainya dan menganggapnya sebagai suami terbaik di dunia.

* * *

Beberapa minggu kemudian….

“Lihatlah chagiya, dia manis sekali…” Siwon tampak heboh sendiri ketika Siyoon tampak aktif saat dia bermain dengannya.

Yoona tersenyum sembari berbaring dengan tangan yang menopang kepalanya. Ah, pemandangan dihadapannya sungguh indah… melihat suami dan anaknya bersama membuat Yoona merasa jadi wanita paling beruntung di dunia ini.

Tiba-tiba saja Siyoon menangis. Membuat panik Siwon yang ada didekatnya.

“Kenapa? Kenapa dia menangis? Apa… apa yang harus kulakukan?” Siwon terlihat linglung. Dia bahkan meraih ponselnya dan berusaha mencari info untuk menenangkan putranya.

Yoona tersenyum geli melihat tingkah Siwon. Yeoja itu menghampiri Siwon dan mengelus bahunya pelan. Membuat Siwon menoleh padanya.

“Dia pasti lapar, tenang saja. Aku akan memberinya susu dulu” ucapan Yoona perlahan mengundang kelegaan di hati Siwon.

Kini namja itu tampak polos sekali memperhatikan anaknya mengisap susu dengan semangat. Sungguh, anaknya ini benar-benar membuat Siwon tertarik setengah mati. Dunianya kini teralihkan sepenuhnya dari bisnis dan sebagainya. Konsisten fokus pada Yoona dan Siyoon. Betapa luarbiasa pengaruh keduanya bagi hidup Siwon.

“Kuharap dia tumbuh jadi anak yang baik dan kuat. Aku janji akan memberinya cinta yang cukup agar dia tak memiliki hidup sekeras aku” gumam Siwon sembari mengelus pipi anaknya.

Yoona diam sejenak, lalu tersenyum. Perlahan dikecupnya pipi sang suami. Membuat Siwon menatapnya.

“Terimakasih oppa, kau benar-benar telah mengajari arti cinta yang sesungguhnya padaku. Tentang cinta yang apa adanya, tentang cinta yang tulus dan murni. Dan aku, kini benar-benar telah jatuh pada pesonamu”

Siwon tersenyum mendengarnya, kemudian mengecup dahi Yoona pelan.

“Terimakasih juga telah menerimaku didalam hidupmu. Sejak kecil aku tak pernah membayangkan akan punya keluarga sesempurna ini. Kekayaan dan apapun itu, hanya mimpi menurutku. Tapi hadirnya kau dalam hidupku telah membawa cahaya indah atas kekelaman pikiranku. Mulai sekarang aku janji akan melindungi keluarga ini dan mempertahankannya dengan cara apapun. Aku pun telah lama jatuh dan terjebak tanpa bisa keluar dari pesonamu. Terimakasih chagiya, dan juga… aku mencintaimu”

Yoona tersenyum sambil mengangguk. “Aku sangat mencintai oppa”

“Aku paling mencintaimu” Siwon menutup kalimatnya dengan kalimat yang kini selalu dia gunakan untuk mengalahkan ucapan Yoona. Menunjukkan betapa besarnya cinta dia pada sang istri melebihi cintanya pada dirinya sendiri.

Kini keduanya tersenyum sambil kadang-kadang bermain bersama Siyoon. Merajut asa bersama. Membangun bahtera yang indah dengan berlandaskan cinta yang tulus dan murni. Tersenyum dalam damainya kehangatan pernikahan.

END

Duh, akhirnya selesai juga part endingnya XD . Adakah yang menunggu ff ini? Semoga masih ada ya 😀 Sorry deh kalau lama padahal saya bilang mau cepet. Tapi serius, saya sibuk jadi gak bisa pake laptop dulu kemarin-kemarin. mana inspirasi ngandet plus modem ngajak berantem.. nah tambah males lah saya buat ngetik :p

Hmmm…. jadi gimana nih?? sesuai sama keinginan kalian apa gak? Kalo gak maaf ya, kemampuan mengarang saya cuma sebatas ini ._.

saya juga agak ragu sebenernya buat ngepost. Takut masih kurang bagus buat kalian baca.  Karena itu, gaje dan sebagainya tolong dimaafkan  ya 😀

Ok, apakah ada yang mengira endingnya sebatas ini? Gak mau dapet bonus dari saya? #Readers : bonus gimana maksudnya?

Entar dikasih tau kalau udah siap!!! Jadi gak usah banyak tanya. Tapi kalo penasaran boleh dong 😀 Itu hak kalian, saya gak bisa larang XD . Makanya banyakin CL nya kalau mau dikasih bonus ok?? 😉

Ini aja udah berbaik hati ya, gak di protect. Jujur awalnya mau di kasih pw. Karena responnya per part saya liat turun mulu. Itu bikin saya down waktu ngetik tau gak? Jadi harap tingkatkan kepekaan kalian dengan CL (Comment + Like) ngerti?

#emang enak bikin ff tapi dicuekin? :p entar kalau saya ngambek saya hiatus berbulan-bulan loh!!! Tak phpin mau?? Padahal saya udah banyak loh project ff -_- tapi kalau kalian gak kasih respon…. cancel aja!!! :p (ceritanya ngancem)

Hehehe gak, becanda ding 😀 saya orangnya dewasa kok, tapi kalo lagi kesel ya gitu deh keluar sifat childishnya. Harap maklum ya… 😀

Sekian dan terimakasih 😀

163 pemikiran pada “Not With Me (Part 16) – END

  1. Ooo soswit banget keluarga kecil yang bahagia .yoonwo sangat bahagia dengan kedatangan sikecil choi siyoon.semuanya mendapat kebahagiaan dengan pasangan masing2.tetap semangat untuk membuat ff yoonwon.faithing….

  2. Bagus sih endingnya tp kak kalau menurut pribadi aku pas oppa jongwon cerita ke yoona cerita dia saya nya knp gak diganti aj aku dngn kayaknya terlalu ketuaan ya kalu saya ya walaupun tampang nya oppa jongwong emng udh tua hehhe
    Tp apapun itu tetep oke kok kan semngat terus y buat ciptain ff yg lebih seru lg

  3. duh akhir.a semua happy sama masing2 pasangan.a,,,gk da yg jomblo lg nih,,,yeyeyeyeyeye#lalalalalalalalala…
    untung debay.a udah lahir,,makin lgkap N bahagia nih yoonwon family,,,,berharap da bonus sequel bwt ff nih,,pengin liat perkembngan.a siyoon N sifat protect.a siwon ke siyoon..buah hati.a yg berharga…
    arghh…pokok.a seneng bgt dah liat mreka akhir.a happy semuaaaaa…

    klo bonus.a bukn sequel nih jg gk pha2 kq thor,yg pnting selalu bikin krya ff yg bgus lg N selalu bikin para readers nungguin post.a……
    ddaebak bwt author.a,,,,,,,,,N selalu ditunggu ff laen.a…
    makasih buat ff.a….

  4. Argghhh….. seneng pake banget part ini bener2 menghapus kegalauan part kemaren…
    YoonWon so sweet-nya kebangetan, gula kalah kayaknya dah 😀 apalagi suka bgt sama sikap Yoong yg jadi posessive ke Siwon, padahal biasanya Wonpa yg possesive ke Yoong keke~ ahhh lucu denger Yoong selalu bilang Siwon milikku ^^! ckckcck

    hadohh aku pikir beneran mau cerai ……ternyata itu akal2an Soo oeni biar Yoong sadar betapa cintanya Wonpa ke dia…. *nice jobsista

    Senegnya semua dpt pasangan masing2 and finally Kyu & Soo oeni nikah juga…. Chukae^^

    YAY!!! finally Choi Siyoon alias baby choi hadir utk melengkapi kebahagian Siwon & Yoona ❤ and moment Yoonh ngelahirin baby choi heboh & kocak abizz 😉 thank you udah bikin ff Yoonwon yg sweet ini ❤

    *Kepingin dapat bonus neh sequel??? or epilog ???? yang pasti ditunggu ff Yoonwon lainnya 🙂

  5. aigoo,, ternyata perceraian itu hanya kerjaan sooyoung aja supaya yoonwon bisa baikan,,,hoho untung yoona telponnya tepat waktu sehingga siwon gak jadi pergi ke jepang,,, kasian juga sama nasib jongwoon yang selalu terintimidasi dengan kemesraan yoonwon dan kyuyoung, mana dia jomblo lagi,,,wkwkwkwk terharu juga pas denger ceritanya jongwoon tentang alasan dia setia ke siwon >< siwon baik banget,, bahkan dia bantuin jongwoon biar dapet pasangan,,,wkwkwkwk lucu juga bayangin ekspresinya siwon waktu nemenin yoona melahirkan,,hahaha seneng akhirnya aegy yoonwon lahir juga,, secara keseluruhan ceritanya bagus banget, jalan ceritanya mudah dipahami dan enak dibaca,, ditunggu karya ff nya yang lain yang gak kalah keren 😀

  6. huaaaa end sedihh . Ak suka sma momen2t yw disini lucu dan romantis .
    Flasback lagi deh pas part 1 yoona begitu kejam dan tidak suka terhadap wonpa rasa.a yoong eoni melihat wonpa itu benci ajh tp bergilir.a wkt wonpa sangat giat sekali mendekati dan memberi kasih sayang tiada tara sayang kelemahan wonpa hanya dia org yg keras dan suka memarahi org tp ak ska sama wonpa demi yoona apapun dia lakukan saat hamilpun wonpa sangat penurus seperti anak yg di suruh sma ibunya kekek , sungguh ak tak menyangka udh end ak harap ad kisah Yw yang kereen2 lg dan ak menanti karya2 luarbiasamue autor . . .
    Gomawoo ats ff.a menghibur dan menyenangkan #Maafbanyakbicarakekek ..

    🙂 🙂

  7. Trnyta soo boongin yoona toh kirain beneran bakal cerai ck!
    Akhirx happy ending tp beneran bagus bgt nie alur cerita endingx mana castx semua happy lg good job chingu 🙂
    Semua rasa campur aduk dr sedih, deg2an, seneng, galau ,kesel, marah wes semuax nano nano dah ampe endingx
    Masih ketawa aja sih pas siwon nemenin yoong mlhirkan hahahah dasar yoong nie
    Wah bakal ada bonus? Apaan nich ? Bkin penasaran aja dech, ditunggu donk bonusx chingu secepetx yah 🙂

  8. ya ampun.. greget banget sih ffnya… aq kira siwon bakal jadi kejepang… akhirnya gak jadi… lucu juga liat yoona yang ngidam aneh2.. kasian siwon oppa.. dan aq suka banget ama karakter siwon oppa disini.. cinta yang tulua dan murni… so sweet banget aaaa…. semoga beneran dikasi bonus sequelnya ya… gak akan bosen ama sequelnya…. ckckckckck… semoga makin banyak menciptakan karya2 baru yang lebih bagus2 lagi…

  9. aku ketinggalan bbaca nya thor.. kok ending sih ::(
    pdahal aku suka ama cerita ini,
    well , aku seneng bgt endingny manis bgt, apa g lihat siwon oppa jd appa..
    thanks ya thor yg tlah mmbuat cerita manis ini hee

  10. Welcome Choi Siyoon … Semua menemuka kebagiaannya masing-masing …
    Akhirnya ….. selesai juga cerita ini …. Lumayan panjang ya … tapi gak membosankan. Aku suka, aku suka
    Author-nim daebbak !!!
    Ditunggu ff selanjutnya ….

  11. Akhir na…happy ending,,salah paham selesai,, siwon perlahan2 berubah.. Ternyata siwon perhatian bgt yah sama org2 dsekitar na, terenyuh sama kebaikan siwon sama jongwoon, yah walaupun sikap na menyebalkan,, part ini bnr2 sukses bikin ngakak..dr jongwoon yg dikerjain yuri, celetukan seulong pas kyuyoung brantem, sindiran siwon sama seulong, teguran siwon sama jongwoon ttg yuri..ngakak dah,, asli,, n ff ini bnr2 menghibur, bnyk hal yg bisa d ambil dr sini, ttg perjuangan, pengorbanan, cinta, dan qt bisa bedain mana yg obsesi n cinta… Sequel donk,, kkk…ff ini kereeeeen….dtggu ff YW yg lain…fighting semangat..

  12. omonaa indah sekali sungguh sukses yah perjuangannya siwon salutt romantis dan serasi keluarga YW bakal lebih lengkap jika punyaa aegi buat adenya siyoon kekek, jongwoon= Yesungg ciee yeyul semoga bahagia dan penganten baruu kyusoo 😀

  13. Yeay akhirnya happy ending.. Semuanya punya pasangan dan YonWon akhirnya punya anak.. Bener2 bagus banget jalan ceritanya..

  14. Choi sooyoung terimakasih 😘
    Kalo bukan karna dia mungkin yoona dan siwon akan terpisahkan untuk sementara,

    Jongwoon chukkae akhirnya dia dapet cewe juga yaah walaupun harus dengan bantuan siwon juga, dan sekarang juga aku jadi ngerti kenapa dia begitu setia pada siwon walaupun siwon selalu bersikap seenaknya dan cenderung kasar pada dia tapi dia tetap berada disisi siwon dengan setia .. 🙂

    Soulong oppa hati-hati sama siwon ya jangan buat siwon kessel ntar yang ada siwon bakalan membuang jieun jauh ke afrika Hhee😄

    Yoona siwon sekarang mulai berubah menjadi lebih baik kan, 🙂 dan itu semua karna perubahan sikap kamu yang mulai bisa menerima dia apa adanya, makanya dia juga bisa menjadi lebih baik dalam bersikap karna sekarang dia sudah bisa tenang karna sikap kamu yang lebih baik padanya….☺😊

    Love you yoonwon
    Selalu bahagia ya dengan siyoon nya juga..😍😘

  15. Akhirnya happy ending semua senengnya banget. Tumben2an loo ada ff yg g diprotek sama sekali dari awal sampe akhir. Keren dehhh…

  16. huuuah…aku gag rela kalau tamat sekarang unn
    selamat buat mereka semua, setelah melalui cobaan yang cukup berat akhirnya mereka semua hidup dengan bahagia
    shin unni buat sequelnya yaaaah…aku tunggu looh ya unn
    buat sampai siyoon dewasa gitu ya unn

  17. ya ampun so sweet banget jadi iri deh ama yoona yang punya suami kaya siwon aaah benar benar so sweet ceritanya seru bange dan nggak ngebosenin

  18. ya ampun.. greget banget sih ffnya… aq kira siwon bakal jadi kejepang… akhirnya gak jadi… lucu juga liat yoona yang ngidam aneh2.. kasian siwon oppa.. dan aq suka banget ama karakter siwon oppa disini.. cinta yang tulua dan murni… so sweet banget aaaa…. semoga beneran dikasi bonus sequelnya ya… gak akan bosen ama sequelnya…. ckckckckck… semoga makin banyak menciptakan karya2 baru yang lebih bagus2 lagi…

  19. Akhirrrrx happy ending….cerita yg sangat menyentuh….
    jujur z sedih melihat perjuangan hidup siwon,dri kecil….
    ff ini betul2 memberikan baxk pelajaran hidup….
    mksh autoh coz sdh membwt ff yg sangat2 bgus..
    nd tau mau ngomong apa lg..

  20. Yeeaaayy happy end,,walo kocak sm intimidasi yg siwon lontarkaan teteep suka sm siwoon d tunggu karya2 selanjutnya saengi…

  21. Wahhh Happy Ending…. 😀
    Bener2 ff yang keren , ada romantis, sedih, dan lucu juga..
    Luar Biasa 😀
    Kirain yoowon gak akan bisa bersatu karena dari judul nya aja beda hehehe
    tapi dugaan ku melenceng ….
    di tunggu ff selanjutnya 😉

  22. aaaa happy ending 😀 lengkap bngt part end ini.. kyu yg nikah sama soo, alasan kesetiaan jongwoon, jongwoon dpt cewek, seulong yg deket sama cewek, yoona yg lahiran, ah pokok.ya daebak! bonus apa nih thor?? epilognya yaaaa?! hehe

  23. akhirnya happy ending hoooreeee#jingkrak2 sendiri
    ,semua bahagia dan ya ampun walau siwon harus agak menderita jadi bulan2 an dan objek penyiksaan saat yoona melahirkan ,tpi terbayar dg kelahiran Choi siyoon omg pasti anaknya ganteng kyak bapaknya?
    ,
    authornim aku agak kurang puas endingnya ,minta sequellnya dong please …Author Jjang ne..ne..ne ????#puppy eyes

  24. akhirnya ceritanya happy ending…
    puas bgt baca ff ini, udh gtu ceritanya benar2 terharu bgt. Bayangkan saja ini kisah seorang pria mencintai seorang wanita meskipun dgn sikap posesif dan arogannya, ini dia lakukan agar org yg di cintainya menjadi miliknya. Meskipun pada awal pernikahan mereka kerap bertengkar tapi lambat laun Yoona membuka hatinya untuk Wonppa dan melupakan Kyu Hyun demi saudara angkatnya, dari awal baca sampai part akhir ini kisahnya di suguhi kisah yg mengharukan. seperti asam manisnya kehidupan, dan semua yg di sini akhirnya berbahagia yg jomblo mendapatkan mendampingnya. Cerita yg benar2 keren dan dan serasa nonton drama sungguhan

  25. Mereka romantis bgt..
    Akhirnya setelah menghadapi bnyk cobaan yg ada mereka bisa bahagia di tambah lagi anaknya udah lahir..
    Di tunggu ff yoonwonnya lagi yg keren..

  26. Halo…
    Slam kenal smua.
    Izin baca Ɣǻ?… Tp bca nya langsung part end nya, karna langsung nemu part yang ini.

    Cerita seru…
    Wonpa ampun emosi nya tp yoong eoni bisa jadi pereda.
    H̲̣̣̣̥α̩̩̩̩̥ά̲̣̥:Dн̣̣̣̝̤̥̇̇̇̈̊α̣̣̥α̍̍̊α̇̇̇̊=Ḍ̥H̲̣̣̣̥̩̩̩̥ά̲̣̥α̩̩̩̥̇̇̇ά̲̣̥α̇̇̇=)) н̣̣̣̝̤̥̇̇̇̈̊α̣̣̥α̍̍̊α̇̇̇̊… Smuua di ancam sma wonpa ancaman nya ngeri.
    Ksian jongwon oppa?

  27. Finally wonpa & yoona hidup bahagia…
    welcome to choi siyoon,pasti ganteng ney kyk appa,y… hihihi…
    selamat jg yaa buat sooyoung & kyu oppa,joongwon & yuri, seulong & lee un…very happy…

    buat chingu,terus semangat buat bikin ff nya,mdh2an selalu dpt inspirasi dlm mmbuat ff,khususnya untuk pairing yoona & siwon…
    Gomawo…

Be A Good Readers With Your Comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s